Image Hosted by ImageShack.us
| Jafar G Bua | E: jgbua@yahoo.com | M: 0811 45 0992 - 0813 410 45728 | A: Jalan Bakuku Nomor 1 Palu Sulawesi Tengah Indonesia |




Image Hosted by ImageShack.us

| catatan sepanjang jalan |

Tong sampah dan ruang bagi catatan-catatan penting selama perjalananku dan hal-hal lain yang dianggap perlu diketahui orang lain

<< February 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28

| message |


| menu |
kabar dari poso
potret diri
buku tamu
di mataku
yang lain
kampung
dari pojok kota

| link |
detikcom
eramuslimcom
astagacom
primbon
sultengcom
imageshack
transtv
tanah merdeka

| hot issues |
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Kertas Posisi YTM Palu: Menguak Tabir Isolasi Desa Sulewana

| map of palu |
Free Image Hosting at www.ImageShack.us




Google







Global Voices Online - The world is talking. Are you listening?
Masukkan Email Anda Jika Ingin berita dari Catatan Sepanjang Jalan!

powered by Bloglet

Poso google satellite maps
Anda Pengujung ke:
Free Web Counter




rss feed



 
Monday, February 19, 2007
News
Bila Imlek Dirayakan di Gereja Katolik

Palu - Perayaan Imlek di Palu, Minggu (18/2/2007) berlangsung lancar dan Aman. Yang menarik, berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia perayaan tahun baru Cina ini dipusatkan di Gereja Katolik Santa Maria, Palu, Sulawesi Tengah, bukan di klenteng atau vihara-vihara. Atraksi barongsai dan musik bambu pun tak luput dipertunjukkan.

Seketika Gereja Katolik Santa Maria Palu berubah nuansanya. Lampion atau lampu hias khas cina yang didominasi warna merah dan kuning menghiasi langit-langit Gereja Katolik terbesar di Kota Palu itu. Bahkan busana para jemaat yang mengikuti ibadah di Minggu ini bernuansa khas Cina. Gereja katholik terlihat menjadi semarak dengan lampu-lampu hias khas cina ini. Maklum para warga keturunan Tionghoa menggelar misa Minggu sekaligus perayaan tahun baru Cina di gereja itu. Ibadah dipimpin oleh Pastor Melky Toreh dari Kepastoran Palu, yang menggunakan jubah khas Cina.

Arak-arakan anak-anak altar pun tetap terlihat seperti biasanya. Namun kali ini menjadi berbeda karena anak altarnya adalah anak-anak Warga Negara Indonesia Keturunan Tionghoa. Kidung, doa puji-pujian pada tuhan pun disampaikan dalam bahasa Cina. Lalu setelah ibadah usai para jemaat dewasa mengantarkan angpao untuk sang pastor.

Setelah usai ibadah di dalam gereja, halaman Gereja Katolik di Jalan Tangkasi, Palu Selatan itu pun diubah menjadi arena barongsai. Seekor naga dan seekor singa meliuk-liuk di halaman gereja berusaha mengambil beberapa bungkus angpao yang digantung di pokok-pokok bambu. Para jemaat gereja mulai dari anak-anak hingga orang tua terlihat menikmati pertunjukkan ini. Mereka pun dengan gembira memberikan angpao kepada sang naga dan sang macan.

Tidak cukup hanya dengan atraksi barongsai, para jemaat pun disuguhi musik bamboo. Ya, musik bambu, karena kelompok pemusik ini menggunakan alat-alat musik dari bambu.

Pastor Melky Toreh menyatakan perayaan Imlek di gereja Katolik ini adalah bentuk inkulturasi yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling pengertian dan menghormati kepercayaan umat yang beragam di Indonesia. Apalagi faktanya sebagian besar warga keturunan di Palu beragama Kristen Katolik.***


Posted at 08:40 am by jgbuapalu

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry