Sungai Palu Meluap, Ratusan Rumah di Donggala Terendam Lumpur
Palu - Ratusan rumah di dua desa di Donggala, Sulawesi Tengah sejak Senin (19/2/2007) sampai Selasa (20/2/2007) ini masih terendam banjir lumpur dan air yang meluap dari Sungai Palu akibat hujan deras selama sepekan terakhir. Saat ini ratusan kepala keluarga tidak bisa melakukan apa-apa karena sebagian besar bahan pangan dan dapur mereka telah terendam. Warga juga khawatir jika banjir kali ini akan lebih besar lagi dari banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
Awalnya banjir air beserta Lumpur sudah menghantam permukiman warga sejak Senin dinihari saat warga Sidondo Dua, Kabuaten Donggala, Sulawesi Tengah sudah tertidur lelap. Tidak ada yang menyangka air bah akan datang dan merendam ratusan rumah mereka. Jelas saja mereka kalang Kabut. Untungnya, sebagian besar mampu menyelamatkan diri sehingga tidak ada yang menjadi korban hantaman banjir tersebut. Namun tidak urung, mereka tidak dapat menyelamatkan bahan panganutamanya beras yang menjadi bahan makanan pokok mereka sehari-hari.
“Kami sekarang belum bisa memasak karena beras terendam air. Sementara dapur kami juga terendam,” tutur Yusran, seorang warga yang rumahnya masih terendam air setinggi tumit orang dewasa.
Selasa ini, rumah-rumah warga masih tergenang air ada yang sebatas mata kaki hingga pinggul orang dewasa. Bahkan ada yang tidak bisa ditempati lagi untuk sementara. yang rumahnya tidak bisa ditempati memilih mengungsi ke rumah-rumah keluarganya. namun ada pula yang nekad menempati rumahnya/meski air masih membenamkan lantai rumah mereka. aktivitas keluarga seperti memberi makan anak dan mencuci terpaksa hanya bisa dilakukan di teras-teras rumah. satu-satunya masjid di desa tersebut juga terendam banjir.
Tercatat sebanyak 126 rumah dan 1 masjid terendam air. Lalu sebanyak 50 hektare lahan perkebunan terancam karena sudah tergenang air dua hari lamanya.
Sudarman, Kepala Desa setempat menyatakan saban tahun wilayahnya menjadi langganan banjir. Warga setempat sudah berkali-kali meminta dibuatkan tanggul penahan banjir, maklum desa mereka berada di daerah aliran air Sungai Palu namun pemerintah tak kunjung memenuhi permintaan mereka.
“Kami sudah meminta berkali-kali dibuatkan tanggul, tapi belum dipenuhi juga. Makanya jika musim penghujan, warga di sini was-was akan datang banjir. Sementara ini, kalau air belum surut kami akan mengungsikan warga ke desa seberang,” kata Sudarman.***
Posted at 09:16 am by
jgbuapalu