Image Hosted by ImageShack.us
| Jafar G Bua | E: jgbua@yahoo.com | M: 0811 45 0992 - 0813 410 45728 | A: Jalan Bakuku Nomor 1 Palu Sulawesi Tengah Indonesia |




Image Hosted by ImageShack.us

| catatan sepanjang jalan |

Tong sampah dan ruang bagi catatan-catatan penting selama perjalananku dan hal-hal lain yang dianggap perlu diketahui orang lain

<< February 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28

| message |


| menu |
kabar dari poso
potret diri
buku tamu
di mataku
yang lain
kampung
dari pojok kota

| link |
detikcom
eramuslimcom
astagacom
primbon
sultengcom
imageshack
transtv
tanah merdeka

| hot issues |
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Kertas Posisi YTM Palu: Menguak Tabir Isolasi Desa Sulewana

| map of palu |
Free Image Hosting at www.ImageShack.us




Google







Global Voices Online - The world is talking. Are you listening?
Masukkan Email Anda Jika Ingin berita dari Catatan Sepanjang Jalan!

powered by Bloglet

Poso google satellite maps
Anda Pengujung ke:
Free Web Counter




rss feed



 
Tuesday, February 20, 2007
News
Sungai Palu Meluap, Ratusan Rumah di Donggala Terendam Lumpur

Palu - Ratusan rumah di dua desa di Donggala, Sulawesi Tengah sejak Senin (19/2/2007) sampai Selasa (20/2/2007) ini masih terendam banjir lumpur dan air yang meluap dari Sungai Palu akibat hujan deras selama sepekan terakhir. Saat ini ratusan kepala keluarga tidak bisa melakukan apa-apa karena sebagian besar bahan pangan dan dapur mereka telah terendam. Warga juga khawatir jika banjir kali ini akan lebih besar lagi dari banjir pada tahun-tahun sebelumnya.

Awalnya banjir air beserta Lumpur sudah menghantam permukiman warga sejak Senin dinihari saat warga Sidondo Dua, Kabuaten Donggala, Sulawesi Tengah sudah tertidur lelap. Tidak ada yang menyangka air bah akan datang dan merendam ratusan rumah mereka. Jelas saja mereka kalang Kabut. Untungnya, sebagian besar mampu menyelamatkan diri sehingga tidak ada yang menjadi korban hantaman banjir tersebut. Namun tidak urung, mereka tidak dapat menyelamatkan bahan panganutamanya beras yang menjadi bahan makanan pokok mereka sehari-hari.

“Kami sekarang belum bisa memasak karena beras terendam air. Sementara dapur kami juga terendam,” tutur Yusran, seorang warga yang rumahnya masih terendam air setinggi tumit orang dewasa.

Selasa ini, rumah-rumah warga masih tergenang air ada yang sebatas mata kaki hingga pinggul orang dewasa. Bahkan ada yang tidak bisa ditempati lagi untuk sementara. yang rumahnya tidak bisa ditempati memilih mengungsi ke rumah-rumah keluarganya. namun ada pula yang nekad menempati rumahnya/meski air masih membenamkan lantai rumah mereka. aktivitas keluarga seperti memberi makan anak dan mencuci terpaksa hanya bisa dilakukan di teras-teras rumah. satu-satunya masjid di desa tersebut juga terendam banjir.

Tercatat sebanyak 126 rumah dan 1 masjid terendam air. Lalu sebanyak 50 hektare lahan perkebunan terancam karena sudah tergenang air dua hari lamanya.

Sudarman, Kepala Desa setempat menyatakan saban tahun wilayahnya menjadi langganan banjir. Warga setempat sudah berkali-kali meminta dibuatkan tanggul penahan banjir, maklum desa mereka berada di daerah aliran air Sungai Palu namun pemerintah tak kunjung memenuhi permintaan mereka.

“Kami sudah meminta berkali-kali dibuatkan tanggul, tapi belum dipenuhi juga. Makanya jika musim penghujan, warga di sini was-was akan datang banjir. Sementara ini, kalau air belum surut kami akan mengungsikan warga ke desa seberang,” kata Sudarman.***


Posted at 09:16 am by jgbuapalu

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry