|
Palu - Sedikitnya 11 unit rumah warga di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah rusak diterjang banjir, Minggu (18/2/2007) dini hari. Kuatir akan datangnya banjir susulan warga membuat tanggul dari karung berisikan pasir untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Banjir yang menimpa permukiman warga di Kelurahan Bantaya Minggu dini hari akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu pagi hingga Minggu dini hari. Jebolnya tanggul irigasi di dekat muara sungai di wilayah pesisir tersebut membuat air masuk ke dalam rumah setinggi setengah meter hingga satu meter. Ratusan rumah warga yang berada di tepi pantai serta jalan raya digenangi air. Selain mengenangi rumah warga tercatat 11 unit rumah warga rusak akibat terjengan air. Banjir yang terjadi Minggu dini hari tersebut membuat warga kalangkabut. Mereka spontan mengangkut barang-barang agar tidak tergenang air. Sebagian warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi dan rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir. Karena hujan yang masih turun warga kuatir adanya banjir susulan. Mengantisipasi banjir susulan yang merusak rumah, warga membuat tanggul buatan dari karung yang diisi pasir. Karung-karung pasir ini diletakkan di depan rumah yang rusak akibat terkikis saat banjir. Menurut warga setempat banjir ini kerap terjadi saban musim penghujan. Apalagi jika tanggul penahan air di muara sungai jebol. “Pokoknya kami tinggal memperkuat tanggul supaya air tidak masuk rumah lagi. Hari ini, warga masih membenahi rumah-rumah warga yang rusak. Rencananya Pemerintah akan segera memperbaiki tanggul yang jebol,” kata Maxi warga setempat. Hingga Senin (19/2/2007) ini, sebagian warga masih membersihkan luberan lumpur di rumah-rumah mereka. Selain membersihkan rumah warga juga mengungsikan barang-barang berharga mereka ke tempat yang aman. Sementara yang lain memperbaiki lantai rumahnya yang hancur karena teredam banjir selama sehari.*** |
| Leave a Comment: |